Terapi neurofeedback adalah salah satu pilihan terapi yang menjanjikan saat ini untuk penanganan ADHD. Neurofeedback adalah tipe dari biofeedback yang dapat digunakan untuk melatih pola gelombang otak anak dengan ADHD/ADD (Attention Deficit Disorder) dan mengubahnya agar menjadi lebih seperti anak-anak normal. Menggunakan elektroensefalografi (rekaman listrik otak) untuk memonitor gelombang otak dan positive reinforcement system, anak akan belajar bagaimana membuat otak mereka menjadi lebih atentif/konsentrasi. Hasilnya adalah berkurangnya gejala ADHD dan peningkatan perilaku yang tidak impulsive atau hiperaktif.
Apakah anak Anda sulit berkonsentrasi dan mengalami gangguan belajar? Apakah guru anak Anda mulai menduga anak Anda mengalami gangguan pemusatan perhatian dan atau hiperaktif? Deteksi dini orang tua terhadap Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah faktor penting dalam penanganan ADHD dan perkembangan anak nantinya. Pemeriksaan Continuous Performance Test (CPT) yang objektif seperti dengan alat T.O.V.A (Test of Variable of Attention) juga diperlukan untuk diagnosis dan menilai kemajuan terapi.
“Anak saya nakal, apakah anak saya hiperaktif (ADHD)? Bukankah seorang anak yang aktif merupakan hal yang normal terjadi pada setiap anak pada masa pertumbuhannya?”
Dua pertanyaan diatas seringkali dipertanyakan oleh para orangtua pada masa ini. Mereka selalu dihadapi pada 2 pilihan, apakah menerima perilaku anaknya saat ini (dengan pemikiran bahwa ia hanya nakal biasa) atau mencari penanganan yang lebih lanjut untuk mengatasi perilaku anaknya. Informasi lebih dalam mengenai ADHD, dampak, dan penanganannya dapat membantu orangtua dalam pengambilan keputusan sehingga mereka tidak salah langkah menentukan pilihan untuk masa depan anak mereka.
Di website khusus ADHD ini, Anda dapat menemukan berbagai jawaban / penjelasan dari berbagai pertanyaan yang sering diajukan.
Anda juga dapat berinteraksi, baik dengan sesama orangtua maupun profesional yang berpengalaman menangani anak hiperaktif (ADHD).
Selamat Menjelajahi Website Ini
“Masa depan anak ada di tangan Anda dan dimulai dari saat ini”
From : hesthi nugroho [ 30-09-2011 ]
dok, tetangga saya yg jg sepupu suami saya, anaknya 7 thn kelas 1 sd. belum bisa apa2. tidak konsentrasi di sekolah, tidak bisa duduk, tidak mengerti perintah guru, obesitas, ditambah dengan ibunya yg selalu mengecam si anak bego, dungu, goblok dll, terkadang jg ada kekerasan fisik terhadap si anak. sbg tante, saya tidak bisa berbuat apa2 coz si ibu tdk mau berkomunikasi dg saya dan lingkungan kami, tertutup. si ayah terlalu pendiam, bagaimana menolongnya ? saya prihatin terhadap si anak, sayang sekali kalau tidak ditangani.si anak tidak ada tanda2 autis, ADHD mungkin ada. yg menjadi masalah menyadarkan orang tua bahwa hal spt ini tidak bisa dibiarkan dengan menge-judge si anak bego, gak punya otak, hal spt ini bisa ditangani sebelum terlambat. gemes dengan kondisi ini karena saya tidak bisa berbuat apa2, saya mantan guru yg mengajar 12 thn di sekolah anak2 berkebutuhan khusus. jd pengen terlibat tp apa daya, masuknya dari mana?
Jawab:
Masuknya dari figur otoritas yang disegani Ibu sang anak? bisa dari Bu RT, Bu Lurah, orang tua-nya? teman dekatnya? tapi ya sebelumnya orang-orang yang disegani itu Ibu edukasi dulu tentang anak berkebutuhan khusus. Kalo ada kekerasan pada anak bisa melalui edukasi tentang Undang Undang Perlindungan Anak.
Selamat mencoba.
Salam,
Dr. Dharmawan A. Purnama, SpKJ
From : Antik [ 29-09-2011 ]
Anak sy laki-laki umur 10th, usia 8,5th sy ajak test IQ krn sy merasa ada yg aneh di perilakunya, setiap dikte dia mendapat nilai yg jelek, tp kl ulangan tertulis cenderung lebih bagus dia sekarang kelas 4 SD di sekolah swasta favorit, teryata dr test IQ hanya 79 dan masuk IQ Border Line, bagaimana sy harus menyingkapi, terlebih beban belajar yang semakin tinggi, FYI anak saya dalam urutan rangking kelas bukan termasuk yang terbawah tapi masih ditengah,selama ini saya memang melakukan pendampingan yang ketat kepada anak saya, terima kasih
Jawab:
Kalau saya rasa dari cerita Ibu tampaknya hasil tes IQ lebih rendah daripada sesungguhnya karena ada suatu hal, mungkin ada ADD alias attention deficit sehingga kurang konsentrasi dalam menjawab tes. Sebaiknya dengan data-data yang ada secepatnya Ibu bawa konsultasi.
Salam,
Dr. Dharmawan A. Purnama, SpKJ
From : Mama Ve [ 16-09-2011 ]
Dok, anak saya laki2 umur 7.5 thn, kelas 2 SD. Anak saya pendiam, sulit bergaul dengan teman sebayanya, tp kalau dengan anak yang lebih kecil dia mau..atau dg tmn wanita yg dia dekat dia mau. Di sekolah sering melamun, sulit konsentrasi, sampai tempat duduknya dipindah di dpn gurunya, agar bs terkontrol pekerjaan sekolahnya.nilai matematika jeblok, tp untuk hafalan lumayan kuat. Untuk sekolah atau belajar susah, cenderung sedikit memaksa/merayu, Dia lebih suka bermain sendiri di rumah, atau rekreasi/bersenang2.Termasuk kategori autiskah? Karena dulu waktu masuk di sekolah playgroup divonis spt itu...Maaf, kondisi orangtuanya jg bercerai,dan dia terpisah dari ibunya selama 2,5 thn karena ibunya studi lanjut...apa ini jg menambah down nya jg? Klo tergolong autis, terapi/psikiater yg perlu saya datangi di daerah Malang, Jatim dimana ya Dok? Apa perlu terapi lumba2 utk mengatasinya? terima kasih
Jawab:
Tampaknya ada gangguan konsentrasi ya, apakah gangguan ini karena depresi (ada trauma orang tua bercerai dan ditinggal Ibu) atau gangguan konsentrasi karena ADHD? Perlu asesmen untuk hal ini. Kalau di Malang, bisa cari psikiater di UniBraw? Di Malang sih ada dr Limas Sutanti, SpKJ tuh hanya saya kurang tahu beliau berpraktik di mana kota Malang-nya?
Salam,
Dr. Dharmawan A Purnama, SpKJ
From : ELMA [ 16-09-2011 ]
anak saya juga menderita ADHD
From : vicky [ 14-09-2011 ]
Dok anak saya 2 thn 2 bln anak saya perempuan sudah bisa ngomong lbh dari 2 kata.tapi dok kalo dipanggil namanya atau di suruh sesuatu dia •Gaªª• repons contohnya kalo dipanggil namanya dia gak noleh atau disuruh tapi menghitung sudah bisa dan dia asyik dengan mainannya.apa ya dok yg harus saya lakukan dok.
Jawaban:
Dibawa konsul bu ke profesional terdekat sebab apa yang Ibu ceritakan secara singkat ini belum dapat diambil kira-kira ke arah mana gangguannya. Coba deh Ibu buka Physician info di kiri bawah dari website ini.
Salam,
Dr. Dharmawan A. Purnama, SpKJ
From : rya [ 14-09-2011 ]
Dok...Saya punya keponakan usia 6th, dan didiagnosa ADHD.Apakah anak tersebut tidak bisa sekolah di tempat biasa (harus sekolah khusus utk anak2 ADHD)..?Apakah ada sekolah khusus untuk anak ADHD di Jakarta,, saya kesulitan mencari sekolah tersebut. Mohon bantuannya ya Dok.Terimakasih-Rya-
Jawab:
Kalau murni ADHD tanpa kondisi khusus lainnya ngapain disekolahkan di sekolah khusus? Obati saja, sekolahkan di sekolah yang tidak terlalu banyak anaknya dan kemudian berikan les privat di rumah untuk remedialnya.
Salam,
Dr. Dharmawan A. Purnama, SpKJ
From : iin wulan [ 14-09-2011 ]
Malam DoK, mohon penjelasan tentang test TOVA..dan sebaiknya mulai usia berapa anak sdh bisa dilakukan test TOVA ini.anak saya laki2 usia 2,5 th..sangat aktif, tidak pernah menjawab kalo ditanya tetapi kalo kita menyanyi dia bisa menirukan sampai habis..dan sering bernyanyi sendiri..suka bergaul..kontak mata ada tapi pada hal2 yg dia suka..bisa menjalankan perintah2 sederhana..tapi terkesan cuek..mohon maaf sy jadi khawatir dokter..terima kasih atas penjelasan dokter.
Jawab:
Coba deh baca di newsletter tentang tes TOVA dan baru bisa dilakukan minimal usia 4 tahun Pak.
Di bawah usia itu kita gunakan tes lain dan observasi.
Salam,
Dr. Dharmawan A. Purnama, SpKJ
From : fadira [ 13-09-2011 ]
Dok, anak saya umur 2,5 tahun..dia kalo dikasih buku bukan dibaca malah disobek..anak saya tidak bisa diam ada aja yang buat kita marah misal ambil air digelas trus ditumpahin..dia suka main mobil2an yang dijejer panjang abis itu diobrak-abrik dijejer lagi diobrak-abrik..kadang dia kl marah suka mukul temannya menarik rambut temannya..tingkah laku yang dibuat anak saya apakah gejala anak hiperaktif atau hanya mencari perhatian saja dok...bagaimana solusi mengatasi anak seperti ini?jika memang hiperaktif apakah dia bisa tumbuh normal di tahun kedepannya?atau hiperaktif sampai besar?
Jawab:
Pada usia segitu bolehlah dia belajar menyalurkan agresifitasnya dan masa eksplorasi banyak hal sehingga terlihat seakan-akan hiperaktif. Nanti kalau sudah 4 tahun dan bisa mengerti perintah, bisa kita tes konsentrasinya. Jika benar hiperaktif? ya bisa tumbuh normal asalkan didampingi secara khusus, jika perlu diberikan pengobatan sambil terapi/ pendampingan khusus. Hiperaktif ya sampai besar tapi kalau kita dampingi maka kita bisa ajarkan ketrampilan bagaimana mengendalikan ADHD-nya dan bukan sebaliknya yakni ADHD mengendalikan dirinya.
Salam,
Dr. Dharmawan A. Purnama, SpKJ
From : Riri Fitriani [ 12-09-2011 ]
Pagi dok:Anak saya laki2 umur 2th,tapi masih belum bisa bicara,kalo di ajarin bicara gak respon sama sekali,tapi anaknya gak bisa diam duduk manis manis,senangnya main sama teman2nya lari2 naik turun,tapi kalo di ajak bicara dia mengerti dan suka meniru apa yg kita lakukan.kira2 anak saya termasuk ADHD bukan dok?Tks
Jawab:
Hehehe baru 2 tahun, kan masih suka eksplorasi Bu kalau usianya 2 tahun. Kalau belum bisa bicara, apakah ada aspek perkembangan lain yang juga terlambat? Tampaknya perlu dievaluasi lebih lanjut nih. Mungkin aja kan kalau kita kurang stimulasi juga bisa terlambat bicara tapi aspek lainnya tidak terlambat. Jadi saran saya sih, lebih baik Ibu periksakan anak Ibu pada profesional yang berkompeten untuk hal ini untuk diobservasi dan dilakukan tes lebih lanjut.
Salam,
Dr. Dharmawan A. Purnama, SpKJ
From : mama dimas [ 12-09-2011 ]
Salam kenal,anak saya usia 2,9bln,kami pertama tinggal di Batam,waktu disana anak saya sudah bisa bicara walau masih sedikit"mama,papa,makan,minum,dada,dll.makan n minum pun sudah bisa sendiri,tetapi diusia 2thn kita pindah ke Sultra dan lama-lama anak saya jadi hiperaktif, suka marah,kalau diajak bicara tidak fokus dan kata-kata yang pernah saya ajarkan hilang semua dan sekarang susah berbicara .pernah saya bawa ke Dr.THT dikatakan pita suara tidak ada masalah,teliga kotor sebelah kanan.tetapi sistem motoriknya terganggu/emosional yang kurang stabil...yang saya tanyakan apakah anak saya terkena ADHD?dan bagaimana penyembuhan motorik yang terganggu dan menyetabilkan emosionalnya....mohon saran dan bantuannya...TERIMA KASIH....
Jawab:
Biasanya untuk masalah morotik bisa diberikan terapi okupasi misalnya dan untuk masalah emosional biasanya terapi perilaku dan psikoterapi (psikoterapi kalau sudah lebih besar usianya). Sekarang tinggal di mana Bu? Bisa cari pelayanan kesehatan jiwa anak dan remaja di RSJ terdekat mungkin?
Salam,
Dr. Dharmawan A Purnama, SpKJ
From : padmi [ 11-09-2011 ]
Dok, anak saya 5 tahun sekarang 5 th punya masalah sulit diajak sekolah dan kalaupun masuk kelas lbh sering bengong dan tidak mengikuti instruksi guru.Walaupun sudah hapal huruf dan bisa mengeja Dia agak nervous berada di kelas, barisan dan kurang bisa berinteraksi intens dalam permainan dll dengan teman sebaya walau dia suka berteman. Bahasa dan komunikasi dengan orang dewasa bagus. Kata bu guru dia kurang konsentrasi, mudah teralihkan dan gampang bosan. Apa anak saya harus diwaspadai ADHD dok? Mohon bantuannya kalau di Denpasar dokter/psikolog mana yg bisa dihubungi? Terima kasih sebelumnya
Jawab:
Tampaknya anak ibu ada fobia sekolah, bisa jadi fobia ini sebagai manifestasi sampingan dari gangguan pemusatan perhatian yang harus diwaspadai. Fobia sekolah sendiri penyebab yang mendasarinya bisa macam-macam, umumnya ada masalah cemas perpisahan dengan Ibu atau bisa juga ada bullying di sekolah.
Kalau anak dengan ADHD biasanya karena kesulitan konsentrasi maka anak mengalami kesulitan mencerna materi pelajaran sehingga anak menjadi takut ke sekolah karena takut tidak bisa. Silahkan anak Ibu dites dulu apakah ADHD.
Kalau di Denpasar, coba cari informasi melalui dr. Denny Thong, SpKJ di Bali International Medical Center. Beliau bisa memberikan saran harus ke psikiater mana di Bali.
Salam,
Dr. Dharmawan A. Purnama, SpKJ
From : jajat [ 05-09-2011 ]
Dok, punya referensi psikolog yang bisa menangani Sindrom Asperger gak?
Coba deh psikolog Bu Lidwina Banowati di RS Siloam Kebon Jeruk atau Bu Fika F Yunita di RS Royal Progress Sunter. Keduanya Psikolog anak.
Salam,
Dr. Dharmawan A. Purnama, SpKJ
From : Rahmat Suyatna [ 01-09-2011 ]
Dok, keponakan saya umur 17 th terkena gangguan jiwa. Kata orangtuanya dapat kiriman dari saingan bisnisnya. Saya sendiri ga percaya. Saya ingin konsultasi dengan Dokter. Dokter praktek dimana. Tolong dok saya minta alamat yang lengkap. kasihan keponakan saya. Terima kasih sebelumnya dok.
Jawab:
Yah begitulah kalau wawasannya masih jadul, atau mungkin belum bisa menerima kenyataan sehingga \'denial\' bahwa anaknya terkena gangguan jiwa. Nah yang anaknya ADHD aja ada yang denial-nya setengah mati? Bilang anak gifted lah dll padahal para ahli sudah jelas memberikan kriteria gifted.
kalau mau konsultasi dengan saya bisa hubungi:
RS Royal Progress sunter 6400261 atau Klinik Taman Anggrek 5609432
Salam,
Dr. Dharmawan A. Purnama, SpKJ
From : bundafifa [ 30-08-2011 ]
dok,anak saya 22 bulan, sampai saat ini hanya bisa bicara: mam,abi,ati,amin,abis,ahu..untuk perilakunya saya anggap aktif sesuai umurnya, kalau kata orang jawa "nglithis" tetapi kadang dibandingkan dengan anak lain termasuk ga mau diem.apakah anak saya tergolong ADHD? Saya sebaiknya menghubungi klinik tumbuh kembang, psikiater atau terapi wicara, mohon pencerahannya dok..terimakasi
Jawab:
Terserah Bu mau dibawa ke mana dulu yang penting profesionalnya tidak jalan sendiri-sendiri, sok pandai sendiri. Sebaiknya yang benar-benar dapat melihat masalah anak Ibu secara menyeluruh jadi tidak sepotong-sepotong.
Salam,
Dr. Dharmawan A. Purnama, SpKJ
From : Andi Syaukat [ 21-08-2011 ]
Selamat pagi Dokter,Anak saya berumur 8 tahun, diidentifikasikan sebagai penderita ADHD saat usia 2 tahun dan setelah itu kita mulai terapi SI, Bicara, Keseimbangan dan tambah remedial setelah masuk usia 5 tahun. Dan sampai dengan sekarang masih terapi SI dan remedial. Disekolahnya juga ada sesi bertemu dengan pedagog setiap bulannya dengan ditemani oleh teman kelasnya (temannya dirotasi). Sampai saat ini kita masih melihat ketidakstabilan emosi, perilaku impulsif dan kesadaran bertanggung jawabnya nol. Ingin minta pendapat dokter, apakah perlu dilanjutkan dengan terapi dengan menggunakan obat? Terima kasih sebelumnya dokter.
Jawab:
Bisa jadi Pak, perlu pengobatan tapi sebelumnya saya perlu laporan lengkap perkembangan terapinya untuk membantu saya memutuskan apakah perlu pengobatan. Saya juga perlu mengetes sejauh mana gangguan konsentrasinya saat ini.
Salam,
Dr. Dharmawan A. Purnama, SpKJ
From : gita [ 18-08-2011 ]
Dokter sy gita anak sy berumur 5,5 tahun kemarin sy ke posikolog katanya anak sy iq-nya boarderline yg sy ingin tanyakan kepada dokter apakah sy perlu membawa anak sy ke psikiater? Kami sdg mengikuti terapi dari psikolog yg telah mengetes anak km mohon penjelasan dr pak dokter sy khawatir dgn masalah sekolah anak km tsb dok apakah IQ borderline bisa diperbaiki dokter? Terimakasih atas perhatian bapak kami tinggal di cimahi
Jawab:
Tidak perlu dibawa ke Psikiater jika tidak ada gejala perilaku yang mengganggu. Anak dengan IQ borderline perlu diberikan terapi remedial ( seperti pelajaran tambahan) saja bila perilakunya baik.
Salam,
Dr. Dharmawan A. Purnama, SpKJ
From : Satrio Wibisono [ 15-08-2011 ]
Dokter Yth,Salam kenal....... kami ortu yang MBA (Masih Bergelut dengan Autism), mau tanya saran apa dari Dokter untuk anak saya usia hampir 12th, pria,diagnosa ASD sejak usia 2,5th. Binadiri baik,cenderung perfeksionis, benda harus kembali ke tempatnya, talenta suka masak.Anehnya dia tidak cuek, bisa mengingatkan misalnya HP kami tertinggal, papa pergi kerja pake sepatu (padahal...lagi pengen pake sandal,karena bolos), penyayang , tidak pernah menyakiti orang lain, malah diri sendiri, seperti kalo tantrum pukul2 kepalanya, kemampuan bicara minim, taraf meniru kata-kata dasar saja. Sejak 3 tahun yang lalu tiba2-tiba ada Kejang (tidak sedang demam) sdh 4x kejang ,terjadi di pagi hari saat tidur, lalu sejak 2 th lalu konsumsi depakene . kejang selama masa konsumsi obat hanya pernah terjadi 1 kali 3 bulan lalu. Menurut dokter anak kami, memang 20% anak autis ada yang rentan kejang. Mohon saran, bagaimana meningkatkan pemahaman anak saya untuk emosi dan pengertian anak saya yang jadi lebih tinggi, obsesi terhadap benda2 yg berlibahan, spt "jimat" yang kalo hilang>>> heboh. Anak bersekolah di SDLB, terapi ABA masih 20 jam per minggu.
1) Apa kejang ini ada hubungan dengan masa Pra Pubertas?
2) Apakah ini efek samping biomedical treatment yng dikonsumsi sejak usia 2,5 thn, segala jenis mineral, vitamin?
3)Efek obat risperdal, abilify?
PR juga nih buat dokter yang sedang menangani balita>>>>terketuklah...kami2 yang sudah makan asam garam ... yg belum sukses ...padahal lewat "jalan TOL" juga.....mengejar golden age, terapi sana sini...... FYI: Diet GFCF s/d usia 11th,sekarang anak juga tidak suka makan manis2, roti2, junk food tdk pernah mau..hanya makan non GFCF 2-3 kali dalam seminggu, kalo anak minta saja: spagetti atau mie...homemade,atau kue pia, ..sisanya anak happy dengan soto , bubur ayam, rawon ,nasi padang..kesukaannya(efek dilarang manis di masa kecil , anak jd suka spicy food, cinta masakan Indonesia.....positifnya) Kami yh MBA jg terus berusaha memajukan putra kami PHd (PENUH HARAP & DOA), tapi koq ya ........kalo ngambek , tantrum masih ada aja , alasannya biasa sepele....benda hilang.......Seringkali kami kelelahan , fisik , emosi , mental.......ketabahan mental (hilang........pernah jg jd tantrum ke orang lain) ...kalo sedang menghadapi sang putra yang ngak ngerti sikon. CTH: PLN mati lampu disaat menjelang tidur malam,... 30 menit anak masih ok, lalu dia bawa semua remote minta nyala in AC, ....dijelasin ngak ngerti , rengek2.....lama 2 dia tantrum). Masak malam2 kami harus pindah ke hotel??,) kan ngak mungkin.
Saran please........mesti apa lagi ya ...sejak terdiagnosa segala jalan menuju sembuh (yang masuk akal lho, yang terarah dibimbing ahli) kami sdh jalani. Sekarang selain depakene, anak hanya konsumsi Calcium.Kami memperlakukan putra senormal mungkin ,kemana kegiatan keluarga kami sertakan,tdk ada baby sitter,makanya bina diri top,istri berkantor di rumah, jd ada pegawai, tamu, kalo anak saya tdk sdg tantrum, atau tdk mulai bicara....ngak ada yg tau deh dia penyandang autis.... ganteng, biasa2 aja.tp........begitu emosi naik, semua tercengang kayak nonton kembang api yg meledak spt bom
Salam hormat,keluarga Satrio MBA,MA,PHd(Masih Bergulut dg Autism; Mengatasi Autism Penuh harapan dan doa.....) PS: balas ya dok...
Jawab:
wahahaha pak Satrio ini bisa aja. Kita mesti samakan persepsi dulu kali ya soal sembuh atau pulih nih? kayaknya yang kita kejar adalah pemulihan bukan kesembuhan.
Kejangnya tidak ada hubungan dengan pertanyaan nomor 1 sampai 3 Pak.
Menurut saya bapak sudah sukses kok dalam proses memulihkan anak Bapak, jadi harapannya jangan terlalu tinggi (maaf bukannya saya menggampangkan tapi sudah mempertimbangkan realita), mungkin bapak perlu bertemu saya untuk diskusi tentang realita ini.
Doa-nya gini:
Ya Allah, berikan saya ketabahan untuk menerima hal-hal yang tidak bisa saya ubah,
Berikan saya kekuatan untuk mengubah hal-hal yang bisa saya ubah
Berikanlah saya kebijaksanaan untuk membedakan mana hal yang tidak dapat saya ubah dan hal yang bisa saya ubah.
Salam,
Dr. Dharmawan A. Purnama, SpKJ
From : Sunaryo [ 13-08-2011 ]
Selamat pagi dokter. Dokter saya punya anak perempuan umur 10 tahun, dia mengalami kesulitan dalam belajar, susah konsentrasi dan mudah lupa. Pernah test IQ hasil 112. Menurut gurunya disarankan supaya dibawa ke psikolog. Tapi sampai saat ini belum saya lakukan karena saya belum mendapatkan nama psikolog yang dapat menangani masalah anak saya di daerah Bekasi. Mohon saran dari dokter.
Jawab:
Mohon maaf saya juga tidak kenal psikolog di Bekasi. Mungkin ada Bapak atau Ibu yang bisa beri saran?
Salam,
Dr. Dharmawan A. Purnama, SpKJ
From : Wahyu [ 13-08-2011 ]
Setelah banyak browsing tentang ADHD,ciri2 anak saya saat kecil persis apa yg digambarkan tentang ADHD. Sekarang dia kuliah di arsitek UI smster 3 usia 18 thn. Tapi perilaku yg tdk menyelesaikan tugas, banyak bicara,impulsif,tidak fokus dg tugas2nya masih selalu terjadi,sehingga saya selalu "keep in touch" dg agenda2 kuliahnya, selalu mengingatkan & menanyakannya (padahal saya tinggal beda kota dg dia).Apabila sudah mepet dengan deadline dia bisa menyelesaikan & hasilnya tidak mengecewakan. Apa yang bisa saya lakukan untuk anak saya dokter agar perilakunya bisa lebih bertanggung jawab & lebih fokus dengan tugas2nya? Atas perhatian dokter saya ucapkan terima kasih.
Jawab:
Apakah ada diantara kita yang punya kita khusus? Menurut saya, apa yang dilakukan Ibu sudah optimal, tinggal ditambahkan psikoterapi individual pada anak Ibu untuk memperbaiki perilakunya.
Salam,
Dr. Dharmawan A. Purnama, SpKJ
From : Fetriana [ 12-08-2011 ]
Siang Dok,Anak saya usianya 20bulan,sampai saat ini belum fasih berbicara, mengucapkan mama,papa,adi (namanya) kalo lagi mau aja, tidak bisa diam, suka teriak dan senang sekali jalan2 sambil putar2 badan. tapi senang sekali apabila ada musik dan iklan di TV (bisa anteng dan duduk manis). Apakah anak saya termasuk ciri2 ADHD dok ? terima kasih
Jawab:
Bisa jadi Bu, coba deh isi form skrining di sebelah kiri bawah website ini. Kalo skrining mengarah ke ADHD nanti jika usianya sudah 4 tahun ke atas bisa dicoba tes variabel atensinya (tes TOVA) di klinik Taman Anggrek tel. 5609432. Tes TOVA ini adalah tes objektif untuk menentukan (bukan skrining lagi) tipe ADHD dan parameter follow up terapi.
Salam,
Dr. Dharmawan A. Purnama, SpKJ
From : Imas [ 11-08-2011 ]
Dear dokter Putra saya (2th) didiagnosa ADD. Apakah sama ADD dan ADHD?Apa bedanya?Mohon infoTerima kasih
Jawab;
ADD adalah salah satu tipe dari ADHD, ada 3 tipe ADHD yaitu yang predominan ADD (terutama defisit perhatian), predominan hiperaktifitas dan impulsifitas serta tipe campuran (campuran defisit perhatian dan ada juga hiperaktifitas/impulsifitas).
Salam,
Dr. Dharmawan A. Purnama, SpKJ
From : bunda zhillan [ 11-08-2011 ]
salam kenal,,,saat ni usia anak saya 8 thn kls 3 SD,,terdignosa PDD-NOS pada usia 3thn karena dia membeo dan takut suara keramaian disertai tepuk tangan seperti acara ulang tahun atau pertujukan.saya bawa konsul ke dr noorhana,,karena kuarng jelas penjelasannya saya konsul ke dr syaraf tempat say bekerja dan disarankan konsul ke prof dr L..usia 5thn saya konsul ke beliau dan didiagnosa hanya hiperaktif biasa hanya diberi terapi nootropil syr dan terapi okupasi dan SI.pada usia 6 thn prilakunya tidak hilang juga malah bertambah,,say dapatkan lagi referensi ke dr I di meruya,,sampai sekarang dia terapi risperidon 0.6mg pagi malam dan metilfenidat 0.5mg pagi 0.35mg siang, pada awal minum obat pada usia 6 tahun terlihat perubahan ,aura diwajahnya tenang lebih kalem dan emosinya tidk pernah meledak bisa dibilang saya menemukan yg pas..setiap bulan dosis berbeda hingga dgn dosis yg sekaraang tapi aura ketenanagn itu tidak pernah ada lagi saat ini kalau dia marah dan tidak suka pasti dia pukul kepala dan berteriak teriak dengan keras,..aura wajahnya kasar,,saya sudah utarakan ke dr I,mungkin belum menemukan dosis yang pas? Saya sudah putus asa dok,,,apakah saya salah dengan berganti dokter dikarenakan ketidakmengertian saya,adakah referensi dokter psikiatri di daerah Bekasi,karena alamat dokter I terlalu jauh buat saya,,walaupun demikian saya tetap menjalaninya sampai saat ini, tolong sarannya dokter,,trimakasih banyak
Jawab:
Ya mungkin perlu penyesuaian dosis dan atau kombinasi obat sehingga agresi dan kekesalannya bisa terkendali. Bagaimana dengan terapi perilakunya?
Kalau di Bekasi bisa mencari dr Suzy Yusna Dewi, SpKJ atau dr Noorhana, SpKJ. Mohon maaf, saya tidak dapat berikan nomor telfon HP-nya di forum ini karena takut mengganggu beliau-beliau, dilain pihak saya tidak tahu nomor telfon kliniknya.
Jika Ibu domisilinya di Bekasi Utara, bisa ke RS Royal Progress Sunter tempat saya berpraktik. tel. 6400261.
Salam,
Dr. Dharmawan A. Purnama, SpKJ
From : ibu agy [ 09-08-2011 ]
Salam dokter.Anak saya laki-laki umur 6 th 2 bln sekolah TK B (mengulang lagi) yang didiagnosa ADHD oleh salah satu psikolog terapan dari universitas terkemuka di Jakarta. Kemudian saya disarankan ke psikiatris di RS Pondok Indah (ada di dalam list Dr.Dharmawan). Sudah 2 bulan pengobatan dan hasilnya Alhamdulillah, anak saya sudah bisa mengikuti pelajaran di kelas dan banyak melakukan hal-hal sendiri, termasuk BAB sendiri tanpa harus dipaksa atau (maaf keluar duluan), mau pergi sekolah sendiri dg jemputan sekolah. Dia juga ikut terapi wicara, okupasi dan Akupuntur yang dilakukan oleh dr di RS Harapan Kita. Kami juga menyediakan pseudo teacher di sekolahnya. Anak saya juga ikut KUMON Bahasa inggris dan hasilnya dia sudah naik level 6A (meski belum bisa baca)tapi menurut gurunya dia punya daya ingat dan spelling yang bagus sekali, bicaranya mulai lancar dan cerewet, sudah bisa protes, meskipun terbolak balik Subyek dan predikatnya. Tapi saya optimis anak ADHD adalah anak yang unik dan anugrah indah yang diberikan kepada kami. Menguji kesabaran kita dan semakin bisa mensyukuri nikmatNya. Semoga buat orang tua yang sama dengan saya, semakin semangat dan tidak berhenti berdoa buat buah hati kita.. Terima kasih dokter...
Jawab:
Terima kasih Bu atas sharingnya. Saya mengharapkan lebih banyak lagi orang tua yang seperti Ibu dan kalau mungkin kita bentuk support group-nya.
Salam,
Dr. Dharmawan A. Purnama, SpKJ
From : mailis [ 08-08-2011 ]
Anak perempuan saya waktu umur 2- 4 tahun pernah menjalani terapi wicara dan dikatakan mengidap adhd...setelah melewati masa terapi selama 2 tahun dia bsa bicara tapi msh sulit utk konsentrasi....sekarang dia udah duduk dikelas tiga SD..tapi adhd masih kelihatan dgn sikap aneh yg sering dipertunjukan..dengan sering ngomong sendiri...suka teriak dan ngamuk..suka memukul dan mengigit kalo dia dalam keadaan tertekan....sering keluar dari sekolah dengan alasan dia capek...bahkan dia tidak mau menulis dan mengikuti perintah gurunya kalo dia udah bilang capek dan gak mau...bagaimana saya harus menghadapi pola anak saya tersebut..haruskah saya bawa ke psikolog lagi ???
Jawab:
Tidak, bawanya ke Psikiater karena perlu bantuan pengobatan untuk atasi agresifitas dan kemampuan konsentrasinya selain pola asuh yang tepat.
Salam,
Dr. Dharmawan A. Purnama, SpKJ
From : meifida [ 06-08-2011 ]
Dok Anak saya sejak 2 tahun menuru test psikologi dia mengalami kesulitan dalam konsentrasi dan dianjurkan terapi sensori integrasi yang saya tetap jalan hingga usianya kini 7,5 tahun. Sekarang dia sudah kelas 2. Kendalanya kalau disekolah mengerjakan latihan yg mengharuskan menulis ataupun yg butuh konsentrasi dia tidak dapat selesai. Tapi kalau yang secara lisan ataupun tinggal mengisi jawaban soal, bisa selesai. Saya mulai berpikir u/ terapi obat seperti yg disarankan terapisnya. Adakah saran dari dokter. Thanks
Jawab:
Setuju dengan terapisnya, Ibu bisa mencari psikiater yang paling aksesable buat Ibu. Nanti kalau datang ke psikiater sekalian bawa data-data dari terapisnya. Jika perlu ketemu saya di Klinik Taman Anggrek, dengan alamat Apartemen Taman Anggrek Tower 2 lt 7. Telp 021-5609432, atau bisa lihat daftar dokter di physician info.
Terapi neurofeedback adalah salah satu pilihan terapi yang menjanjikan saat ini untuk penanganan ADHD. Neurofeedback adalah tipe dari biofeedback yang dapat digunakan untuk melatih pola gelombang otak anak dengan ADHD/ADD (Attention Deficit Disorder) dan mengubahnya agar menjadi lebih seperti anak-anak normal. Menggunakan elektroensefalografi (rekaman listrik otak) untuk memonitor gelombang otak dan positive reinforcement system, anak akan belajar bagaimana membuat otak mereka menjadi lebih atentif/konsentrasi. Hasilnya adalah berkurangnya gejala ADHD dan peningkatan perilaku yang tidak impulsive atau hiperaktif.
Apakah anak Anda sulit berkonsentrasi dan mengalami gangguan belajar? Apakah guru anak Anda mulai menduga anak Anda mengalami gangguan pemusatan perhatian dan atau hiperaktif? Deteksi dini orang tua terhadap Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah faktor penting dalam penanganan ADHD dan perkembangan anak nantinya. Pemeriksaan Continuous Performance Test (CPT) yang objektif seperti dengan alat T.O.V.A (Test of Variable of Attention) juga diperlukan untuk diagnosis dan menilai kemajuan terapi.